bukuku

Ini mungkin sebuah hidup baru saya setelah beberapa hari yang lalu terpaksa tidur. Bukan karena tidak ingin berinovasi karena ruang ini ruang inovasi saya. Saya cuma berharap kemandegan yang sementara ini merupakan satu tarikan nafas untuk bisa berinovasi lebih baik. Bisa jadi pribadi yang ga cuma nganyelin tapi juga nyenengin orang lain.
mengapa?
Ya dibulan april ini beberapa temen “terpaksa” wisuda duluan. Ups… ga terpaksa ding, lebih tepatnya mereka lebih pintar (atau lebih beruntung ya?). Mereka temen -temen terbaik saya, nah di skripsi mereka tuh ga ada yang nyantumin nama saya, he he… bukannya pengen tenar sih… tapi suer deh mereka kenal baik dengan saya. Untuk itu, saya berkesimpulan bahwa sebenarnya saya ini masih sosok yang nyebelin belum nyenengin.
Meskipun saya ‘tertinggal’ mudah-mudahan saya masih bisa berinovasi deh. ga perlu nunggu lulus.
Kedepannya mudah-mudahan saya bisa continu disini dengan moto “inovate or die.” Moto yang ga baru sih tapi cukup revolusionis kedengerannya.

Oya mungkin ada yang bertanya mengapa bagian ini saya beri judul me, kulo, dan aku. Ya ini lebih sebuah penjelasan bahwa kalaupun saya orang Indonesia saya masih sering lebih bangga kalau beringgris ria sampai saya kuliah ambil jurusan English. Tapi setelah dipekso-pekso kok ya lidah saya ini belum bisa hilang sifat dasarnya. Saya masih lebih fasih ketika bilang kulo ketimbang I (bahkan saya masih bingung mengeja huruf I ini) karena memang bapak dan Ibu adalah wong Jawa Timuran, jadi Jawa totok. Kalo tentang aku, ini lebih tuntutan profesi (halah..). Lha aku sekarang bekerja sebagai editor bahasa Indonesia di sebuah penerbitan beridentitas. Penerbitan yang punya harga diri menyuarakan kebenaran (ini bukan narsis lho ya dan saya adalah salah satu karyawan mbeling disana… he he…)

Sudahlah tak perlu bertinggi rendah aku dah ditunggu kawan di rumah. Yuk berinovasi yuk!!

2 thoughts on “bukuku

  1. Editor mbeling yang kadang harus mencuri waktu untuk ngisi blog dengan alasan mengembangkan kreativitas.

    Editor mbeling yang kadang harus pulas tertidur di pojok biliknya dengan alasan melepas penat.

    Editor mbeling yang kadang harus cekikikan di dalam ruang yang sunyi bernama dapur redaksi untuk menonton kartun hasil download-an dengan alasan menyegarkan ulang benang pikiran kita yang telah kusut.

    Tak terasa, kita memang benar-benar mbeling….. KERJA!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s