Uncategorized

Caesar

Pada hari jumat atau sabtu, atau hari-hari menjelang malam minggu, istri saya biasanya menitip pesan sebelum saya berangkat ke kantor. “Bi, nanti bawa pilm ya…” begitu bunyi pesannya. Jangan dikira saya bekerja di bioskop atau lembaga sensor pilm… hehe… tapi itulah yang terjadi.

Biasanya pesanan itu saya dapatkan dari download sendiri di internet (yang tentunya butuh waktu lama) atau dari teman-teman kerja yang sama-sama sufi alias suka film. Bisa inden alias pesan dulu atau langsung ada karena sudah tersimpan di komputer kantor.

Pekan ini judul pilm yang saya bawa pulang adalah rise of the planet of the apes. Saya lebih senang menerjemahkannya dengan bangkitnya pasukan kera, pas atau tidak pas. Sebuah pilm animasi yang sangat layak ditonton seluruh keluarga ketika anak-anak sudah tidur…hehe.

Kalau ada yang ingin tahu ceritanya, saya akan menceritakan sedikit di sini. Kisahnya berawal dari keingintahuan seorang ilmuwan bernama Will untuk mengobati penyakit Alzheimer yang diderita ayahnya. Untuk itu dibuatlah sebuah serum. Sebelum dipakai oleh manusia, serum itu diujicobakan pada seekor kera betina yang ternyata sedang hamil. Serum itu berdampak luar biasa pada kera percobaan itu. Kecerdasan kera itu meningkat dan menurun pada gen anak lelakinya yang lahir di laboratorium dimana ibunya dicerdaskan dan diberi nama Caesar.

Cesar terlahir sebagai kera yang sangat cerdas. Ia memiliki kecerdasan intelektual dan emosional yang luar biasa. Hal ini dibuktikan dengan perasaan tidak enaknya ketika ayah Will yang sudah dianggap seperti kakeknya sendiri disakiti oleh tetangganya. Caesar dengan emosinya menggigit jari tetangga untuk melindungi si kakek. Hal ini mengantarkan Caesar ke balik jeruji besi.

Dari balik jeruji besi inilah kisah selanjutnya dimulai. Perlakuan kasar dari penjaga LP dan jagoan kandang membuat ia bangkit. Keinginannya untuk bebas pun begitu kuat. Berbekal kecerdasannya, Caesar berhasil keluar dan mencuri serum milik will yang disimpan di rumah. Serum tersebut diberikan kepada rekan-rekannya sesama penghuni rutan untuk menularkan kecerdasan yang sama. Mulailah ia memimpin pasukan kera yang kini telah menjadi cerdas.

Sekumpulan kera dari lembaga pemasyarakatan ini akhirnya berhasil lolos dan pergi ke taman kota untuk memulai kehidupan baru mereka. Kehidupan yang bebas di alam liar.

Di sini saya tidak sedang mempromosikan pilm ini agar ditonton, tapi ada satu hal yang membuat saya ingin bercerita. Ketika menyaksikan pilm ini pikiran saya melayang ke sebuah negara yang berbatasan dengan Mesir. Ya, anda benar, negara Palestina. Negara manusia yang akan diubah menjadi planet of the apes. Meskipun saya yakin itu hanya mimpi para kera di siang bolong yang tidak akan terwujud. Saat ini gelombang rise of the planet of the apes sedang terjadi di sana. Kera-kera cerdas itu terus menyerang dan menghancurkan kehidupan manusia atas nama berdirinya planet of the apes itu tadi. Mereka mendambakan kebebasan versi mereka. Kebebasan tanpa batas (ya namanya juga kera).

Namun begitu, secerdas-cerdasnya kera tentulah manusia jauh lebih cerdas. Bagaimanapun kera yang dicerdaskan tetap akan tunduk pada yang membuat cerdas.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s