Uncategorized

Petahana itu incumbent

Ketika berita pemilihan calon gubernur Jakarta mulai membanjiri media tanah air, pembaca tentu sudah tidak asing dengan kata incumbent. Tanpa melihat makna sesungguhnya dalam kamus, kita akan dengan mudah menebak bahwa incumbent adalah orang yang sedang menjabat posisi tertentu dan kembali mengikuti perebutan posisi tersebut. Apabila kita lihat di Wikipedia.org ternyata maknanya memang kurang lebih sama, existing holder of a political office atau orang yang sedang memangku jabatan politik tertentu. Namun, ada hal menarik yang saya perhatikan akhir-akhir ini terutama pada portal berita kompas.com yaitu penggunaan kata petahana untuk mengganti istilah incumbent. Mungkin anda juga merasakan hal yang sama. Awalnya agak asing juga di mata dan di telinga karena kata ini jarang muncul di Koran dan jarang pula di bacakan di TV.

Penasaran saya coba mencari kata petahan di KBBI online dan ternyata jawabannya, “Tidak menemukan kata yang sesuai dengan kriteria pencarian!!!” Bila diketik kata tahana maka jawabannya adalah: kl n kedudukan; martabat (kebesaran, kemuliaan, dsb); ber·ta·ha·na v bersemayam; duduk.

Beruntunglah saya dipertemukan dengan Presiden Petahananya pak Salomo Simanungkalit yang saya kenal sebagai tokoh bahasa di rubrikbahasa.wordpress.com. Beliau menjelaskan dengan menarik penggunaan kata petahana ini.

Kata incumbent sebenarnya bisa saja diganti dengan istilah penjabat atau pejabat, namun kata pejabat terlanjur lekat dalam kamus dengan pegawai pemerintah yang memegang jabatan penting. sementara, penjabat memiliki arti pemegang jabatan sementara. Akhirnya kata ini tak bisa lagi untuk mengganti kata incumbent yang berarti orang yang sedang memangku jabatan politik tertentu dan maju beradu dalam pemilihan untuk jabatan yang sama.

Pembentukan kata petahana adalah sebagaimana kata petinju yang dibentuk dari kata dasar tinju yang berarti orang yang bertinju. Kata tahana yang berarti kedudukan atau duduk ketika berimbuhan pe maka berarti orang yang memiliki kedudukan atau orang yang sedang menjabat.

Kalau telinga dan mata kita asing dengan kalimat petahana karena memang ini merupakan pembentukan baru. Salomo sendiri mengakui bahwa kata tahana yang sudah lama terdaftar dalam bahasa Indonesiajarang dipakai dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia. Salomo mengusulkan kata ini sebagai padanan kata incumbent dan Kompas menerimanya. Jadilah Foke gubernur petahana di Kompas.

Iklan

6 thoughts on “Petahana itu incumbent

  1. Untung ada blog ini.. Jujur ya saya ndak ngerti arti kata incumbent. Emang sih itu yang saya sayangkan. Kita gembar gembor untuk pakau bahasa Indonesia, tapi politikus sendiri pakai kata-kata dalam bahasa inggris. Emang kenapa dengan bahasa Indonesia? Norak? Atau memang ga enak di ucapkan? Atau ga pantes untuk di ucapkan di ranah politik? Saya rasa itu aneh ya kalo punya pemikiran seperti itu. Dari kata-kata pun sudah tidak konsisten gimana kelakuannya? Tanya siapa?

    1. ketika menggunakan bahasa, memang penulis seringnya memakai yang sudah biasa diomongkan. selain berterima juga untuk segera menyambungkan dengan ide tulisan. tapi memang banyak orang kita yang lebih tau istilahnya dalam bahasa inggris tenimbang bahasa Indonesia. kalau saya, selama itu enak dibaca ya g masalah.namun agak kurang enak juga kalo sekelas pejabat g bangga dengan bahasanya. salam kenal mas Anto

  2. sebagai orang awam seperti saya, tentunya masih merasa aneh dengan bahasa bi petaahasa sepeti petahana. saya melihat, para politikus di Indonesia lebih bangga menggunakan bahasa bahasa yang menurut saya memang asing untuk didengar, apakah ini memang merupakan suatu pembelajaran untuk menggunakan sebutan tersebut, atau sengaja diucapkan agar masyarakat kebanyakan yang notabene bukan kaum intelektual, dibuat bingung dengan istilah tersebut…. apa begitu tujuannya..?

  3. mantap, tapi pejabat di kantor ku tetap saja menggunakan bahasa incumbent, katanya sudah dicari di bahasa Indonesia, dan kata Petahana tidak ketemu, hahahaha, emang dasar katrok..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s