Uncategorized

Belajar menulis dari Negeri 5 Menara

Trik menulis yang saya sampaikan ini saya dapatkan dari wawancara Mbak Dinna salah seorang wartawan MNC TV di blognya yang dikasih nama dinnasabriani.wordpress.com. Rasanya sayang meninggalkan blog tersebut tanpa mengikat trik cerdas menulis ala penulis Negeri 5 menara di blog ini. Trik ini saya kopi langsung tanpa mengubah bahasa. Ok, trimakasih mbak Dinna atas share nya semoga mengizinkan saya untuk menuliskannya di blog sederhana ini.

1. Jika kebanyakan mengira, bahwa untuk menjadi penulis harus punya hobi membaca, ternyata tidak sepenuhnya berlaku kok. Bang Fuad mengaku bukan orang yang senang membaca. Dan ini kabar baik bagi kita yang tidak senang membaca, tapi punya cita-cita jadi penulis. Kabar buruknya, membaca itu sangat penting. Membaca bisa menjadi sumber inspirasi. Dengan membaca kita bisa memilih sendiri gaya menulis yang kita sukai. Berkreasi tanpa batas. Kosakata pun bertambah. Nah, jika Bang Fuad bukan lah salah satu orang yang senang membaca, bukan berarti ia tak membaca. Beruntungnya, ia punya seorang istri, akrab disapa Mba Yayi, yang sangat ‘gila’ buku. Mba Yayi, adalah wanita dibalik kesuksesan karya karya Bang Fuad. Lagi pula, jika Bang Fuad mengaku bukan orang yang senang membaca, boleh dong saya ragu sedikit, jika menemukan ruang baca dengan rak rak tinggi penuh koleksi buku di salah satu sudut rumahnya. Maaf, foto tidak diposting, liat tayangannya aja, ya. Hehe.

2. Why? Kenapa menulis? Kata Bang Fuad, untuk mulai menulis, penting bagi kita untuk punya alasan, mengapa kita merasa perlu menulis. Bang Fuad sendiri menganggap karya karya nya adalah titik balik atas apa yang sudah dicapainya selama ini. Tak pernah ia membayangkan bahwa bukunya akan menjadi Best Seller. Ia hanya merasa perlu menulis, berbagi manfaat kepada orang lain. Mungkin, orang lain juga bisa seperti dirinya, terkait dengan keberhasilannya meraih beasiswa. Lalu, bagaimana dengan saya? Secara kebetulan, saya bukan penulis memang, tapi saya punya alasan kenapa saya nulis di blog ini. Jauh dari yang orang-orang pikir penciteraan. Menulis disini jadi aktivitas menyenangkan, karena kita bisa menulis bebas, tanpa ada beban editing, jika tulisan kita ngaco. Hehe. (curcol dikit). Skip lah tentang saya. Kita balik lagi ke Bang Fuad.

3. Mulailah menulis dari yang paling mudah. Biasanya, menulis akan jadi sangat menyenangkan jika berhubungan dengan segala sesuatu yang menarik bagi kita. Bisa dari pengalaman sendiri, keadaan sekeliling kita, atau sesuatu yang membuat kita peduli. Bang Fuad, berhasil mengemas pengalaman hidupnya menjadi triogi (soon to be) yang mengagumkan. Bagaimana dengan kita?

4. Fokus dan menulislah. Menulis, butuh inspirasi. Terlalu banyak ide, juga tidak selamanya baik. Fokus juga merupakan kuncian agar kita bisa menyelesaikan tulisan. Untuk itu, kita harus tetap menulis. Bang Fuad menyelesaikan novel Negeri 5 Menara, selama 1.5 tahun. Dan ia tetap menulis. Sehari, pasti ada kalimat yang ditulis untuk novelnya. Menulis setiap hari, setiap ada kesempatan membuat kita fokus dan tidak berhenti menulis. Pasti ada jenuhnya, dan jika jenuh itu datang, biarkan pikiran kita fresh, sebelum akhirnya tetap menulis lagi. Sedikit demi sedikit lama-lama jadi buku, begitu kata bang Fuad.

Jadi, ada yang mulai menulis hari ini?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s