Uncategorized

Demam Reality Show

Tren acara televisi di Indonesia selalu berubah. Dahulu pemirsa TV sangat gemar dengan tayangan telenovela, kemudian tren berubah menjadi horor misteri, drama percintaan, dan yang tak asing saat ini adalah reality show. Sebenarnya tidak cukup tepat bila dikatakan pemirsa TV gandrung dengan acara-acara tersebut, sebab sebenarnya mereka dipaksa untuk menyaksikannya. Pihak TV-lah yang mengatur semuanya tanpa pemirsa berhak memberikan komentar. Kembali, hampir semua stasiun TV saat ini memiliki acara reality show. Konsep reality show sebenarnya masih menjadi perdebatan. Menurut Wikipedia, acara reality show adalah jenis acara televisi yang menggambarkan adegan yang seakan-akan benar-benar berlangsung tanpa skenario, dengan pemain yang umumnya khalayak umum biasa, bukan pemeran. Acara RS umumnya menampilkan kenyataan yang dimodifikasi dan melalui penyuntingan dan teknik-teknik pascaproduksi lainnya. Itulah sebenarnya pengertian reality show jadi tak perlu gusar ketika Anda dibohongi oleh acara yang katanya realitas. Naasnya, konsep reality show sepertinya tidak hanya dalam dunia intertainment saja. Untuk menarik penonton, stasiun TV berlomba membuat reality show. Baru-baru ini sebuah stasiun TV swasta diperkarakan dalam kasus makelar palsu. Hanya karena sedang hangat masalah markus, seorang yang tidak tahu menahu tentang makelar dipaksa ngomong tentang makelar. Akhirnya terjadilah “reality show” markus. Ini yang terungkap. Bagaimana dengan para pengamat jadi-jadian yang muncul saban hari ketika sedang hangat kasus terorisme? Ketika orang dengan mudah menilai orang lain lantaran gelar pengamat, ustad, atau gelar lain yang disematkan oleh TV itu sendiri. Bukan gelar akademis yang butuh sekolah bertahun-tahun. Saya tidak berani mengatakan bahwa itu reality show, tapi setidaknya kita perlu berpikir ulang untuk percaya acara TV, apapun bentuknya. Bagaimana, masih percaya acara (meskipun namanya berita) TV?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s