Uncategorized

Ve

Suasana di bulan januari ini masih seperti biasanya; Air hujan selalu menemani disaat kepulangan dari sawah yang makin mewah. Aku ingat setahun yang lalu pada bulan yang sama. Hujan tak capai-capainya melompat, menari, dan bersicepat dengan angin. Bedanya, dahulu sawahku masih penuh lumpur dan aku masih harus mengayuh sepeda ontel dengan jarak yang cukup jauh, tapi sekarang aku sudah bisa duduk tenang diatas motor cicilan ortu. Yang lain, kini aku meninggalkan banyak pekerjaan yang menyesak di lambung komputerku. Pekerjaan yang kian hari kian menumpuk dan nesu bila ditinggalkan.

Tapi, masalahnya masih sama; Hujan benar-benar meninggalkan sesuatu di kepalaku, di hidungku, di tenggorokanku, dan di badanku yang membuatku semakin berat untuk bertahan. Lembur menjadi barang langka, terlebih teman-teman lamaku bergiliran datang ke kos untuk melepas penat mereka. Waktu istirahatku pun sedikit banyak terganggu karena harus melayani tamu sampai malam.

Ah… tapi aku bahagia dengan teman-temanku. Mereka orang yang selalu bisa menghiburku dan membuktikan bahwa aku ada, aku manusia. Selebihnya, kerjaku masih setengah hati, apalagi kuliahku. Dari lisan teman-temanku aku bisa “belajar hidup.” Mempelajari sisik melik kehidupan dari sudut pandang yang berbeda-beda.

“Wan, kamu benar,” kata Joko, temanku, kemarin sore di pelataran kampus Psikologi.

“Ada apa?” tanyaku.

“Ve ngajak nikah,” katanya mengulum senyum.

“Ha….” aku meledak dalam tawa. “Aku juga pernah muda bos, dan pas. ya, seperti itulah wanita. ” Aku tertawa lagi. “Tapi senengkan,” kataku meledek.

“Iya Wan, aku bingung tapi seneng,” kata Joko.

“Aku tahu dia sudah menyimpan rasa itu lama sama you, tapi semua ditutupinya dengan baik dan kamu juga suka tho sama dia?”

“Iya, aku bahkan ga habis pikir kenapa dia yang sudah dilamar 18 ikhwan dengan kualitas rata-rata B, tapi masih milih aku yang kualitasnya mungkin B- atau C +.” keluhnya bangga.

“Ha ha… itukan hanya perasaanmu aja. You lulusan pondok, pinter, dan sudah mau lulus. Apa yang kurang?”

Kita pun tertawa bersama. Kemudian cerita demi cerita mengalir dengan sendirinya.

“Aku disuruh lanjut s2 di UGM dan mau dia biayai,” kata Joko.

“Busyet, tajir abis tu si Ve… memang kerjanya apa tho ibunya?”

“Dagang… Dia kemarin cerita selama kuliah gak pernah dikirim. Dia punya ATM yang cukup untuk membiayai kuliahnya sampai selesai, begitu juga adik-adiknya.”

“Seperti Aisyah dong, punya ATM pribadi dari ortu,” celetukku.

Joko tersenyum.

“You mau dikuliahin?”

“Ya nggak lah, ku juga masih punya harga diri.”

Hari semakin petang dan adzan Maghrib pun berkumandang. Pembicaraan kami terhenti dan dilanjutkan dengan shalat maghrib berjamaah.

Sore itu menjadi sore yang berharga bagiku. Aku jadi betul-betul sadar bahwa jodoh manusia ada di tangan Allah. Mereka telah sama-sama memendam rasa suka dan sampai ketika masa itu tiba, tidak ada yang bisa meleraikannya. Seorang laki-laki saleh akan mendapatkan wanita yang shalihah, dan sebaliknya.

Aku terlompat mundur ke belakang. Teringat kembali dengan diriku beberapa waktu saat aku harus jujur kepada diriku, tapi itu benar-benar menyakitkan. Perasaan sesal masih menggelayut dan membuat beban berton-ton di tubuhku.

Maafkan aku mbak, aku hanya mencoba mengatakan apa yang ada di hatiku. Mbak ga punya kekurangan apa pun. Alasan yang aku buat juga karena aku sayang sama mbak. Biarlah aku yang buruk di depan orang-orang. Aku sekarang hanya bisa berdoa semoga mbak mendapat suami yang jauh lebih baik dari aku. Melihat mbak menjadi ratu disamping pangeran berkuda putih. Mbak, kalau aku bisa memutar waktu, aku akan membawamu terbang untuk menebus kesalahan dan kebodohanku.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s