Sudah lama mawarku merana dalam kesendirian yang tak berkesudahan. Tubuhnya menjulur panjang mengejar matahari. Tak ada daging yang mengisi kulit dan melindungi tulang belulang . Ia hanya terbujur di atas tanah hitam yang hanya sebatas mata kaki. Hujan telah mengeruk tanah tempat hidup makhluk Allah yang indah itu.
Tapi hari ini mawarku berbunga lagi, seksi. Kelopak merahnya menumpuk cantik dengan aroma harum semerbak. Tubuhnya yang kurus tak henti-hentinya memberikan keindahan di tamanku. Mawarku menjadi penyemangatku untuk terus berguna dan memberikan keharuman bagi lingkunganku. Dulu aku sempat berpikir bahwa mawarku begitu angkuh. Dia indah tetapi menyimpan duri ditubuhnya. Ternyata aku salah, justru duri itulah yang melindungi dirinya agar tak sembarang orang bisa memetik bunganya. Karena mawar itu indah.
Bunga itu seakan tau isi hatiku. Aku tak pernah memerhatikannya tapi ia tetap berbunga. Ya Allah, izinkanlah aku memetiknya. Menjadikannya hiasan dalam tidur dan terjaganya aku. Jadikanlah mawarku anugerah terindah yang dapat menuntunku menjadi lebih baik. Menjadi lentera dalam gelap, menjadi payung kala hujan, menjadi tongkat ketika aku terkilir, menjadi peta ketika ku salah melangkah.
Rabbi, biarkanlah mawar ini senantiasa mekar dan menjadi pengharum di setiap tarikan nafasku. Rabbi, kuatkanlah pijakan kakiku di jalanmu. Jadikan mawarku bermekaran di taman hatiku.