Beberapa hari ini mas Bontot kerap senyum-senyum sendiri di pelataran rumah barunya. “Meskipun statusnya baru ngontrak, tapi harus disyukuri,” kata mas Bontot bijak. Ia mempunyai kegiatan rutin setiap pagi sekarang, yaitu leyeh-leyeh di beranda yang kadang belepotan tai ayam tetangga. Latar depan rumah baru mas Bontot memang asri. Pepohonan, mulai dari pohon kelapa, pohon pisang, pohon mlinjo seperti beradu tinggi di latar depan rumah bercat krem itu.
Ada satu hal yang sempat mengusing kenyamanan mas Bontot di awal ia menempati rumah barunya. Tepat di depan beranda ada sebuah bangunan seperti kolam yang sudah tak terpakai. Kolam itu sekarang dipenuhi tanah. Tangan mas Bontot di dorong oleh otaknya yang dari sananya sudah kreatif dan plus suka usil iseng ngeduki tanah yang ada di dalamnya. “Badalah… kok miring,” rutuk mas Bontot. Bangunan kolam itu ternyata tidak seperti kolam kebanyakan yang bolong jlujur segi empat. Kolam yang ada di depan rumah mas Bontot itu pada salah satu sisinya berbentuk miring, yaitu yang berada di sisi utara. Selain itu, kolam ini juga tidak memiliki pipa pembuangan.
Otak mas Bontot langsung penuh dengan segala praduga. Ia mulai menduga segala hal yang mungkin. Berbagai prediksi pun di tata secara serampangan di rak-rak otak. jangan-jangan…
Paklik Tonggo Baru yang kebetulan ada di lokasi, tak luput dari pertanyaan mas Bontot, “Kolam nopo tho niki mas?” Paklik yang masih enom kinyis-kinyis itu menjawab dengan nada yang kurang bersahabat, “kodok.” Mak jenggirat, mas Bontot kaget, lha kodok kok diternak.
Sebenarnya apa yang membuat mas Bontot begitu penasaran untuk membongkar teka-teki kolam itu?
Hal itu tak lain dan tak bukan karena latar belakangnya. Lho kok? Ya, latar belakang kolam itu dan hal ini berkaitan dengan latar belakang alias area di belakang rumah mas Bontot. Rumah mas Bontot berbatasan langsung dengan rumah-rumah kecil yang membujur dari utara ke selatan (atau dari selatan ke utara ya…). Kata orang-orang sih peristirahatan terakhir… tapi siapa yang tau kalau penghuninya tidak sedang beristirahat melainkan lagi kerja (hiii….). Yang pasti, latar belakang rumah mas Bontot dihiasi dengan kamboja dan kembang kantil. Kalau malam bau harum kembang kantil itu sering berusaha menyeruak masuk juga kerumah mas Bontot (walah…).
Mas Bontot begitu penasaran dengan kolam yang ada di depan rumah lantaran khawatir jangan-jangan kolam itu bekas rumah mungil yang rata-rata dikramik (waduh….).
Tapi, akhir-akhir ini kecurigaan mas Bontot sudah agak hilang. Terutama waktu Kang Jembling yang asli Solo Tigo datang ikut ngurek-urek kolam itu. “Dudu kok mas…,” katanya. Kata-kata kang Jembling tentang kolam yang sempat membuat mas Bontot tidak bisa tidur beberapa hari itu cukup membuat hati mas Bontot ayem.
Sekarang mas Bontot mulai bisa senyam-senyum sambil memandangi bekas kolam itu. Tapi, benarkan lantaran teka-teki kolam itu telah terbongkar sehingga mas Bontot bisa tersenyum? Atau adakah sebab lain? Yakinkah Anda penjelasan kang Jembling cukup kuat untuk membuat mas Bontot selalu senyum di pagi hari?
Ikuti terus petualangan mas Bontot dan tunggu tanggal mainnya.. eh tunggu jawabannya.